Selasa, 24 April 2018

pelupa

ada yang pernah berujar,
sesial-sialnya orang adalah yang lupa nama-nama puisi

aku pun menulis puisi setiap hari,
untuk diriku sendiri

aku membaca tanda
aku mengeja cuaca
aku menulis perihal

terkadang puisi tidak harus indah
tidak harus memiliki rima

aku menulis untuk diriku sendiri
karena aku paham,
tidak akan ada yang mau;

membaca tanda
mengeja cuaca
menulis perihal
selain diriku sendiri,


lelaki yang setiap malam berbicara dengan batu-batu nisan, ketika bulan menggigil di pelataran

godean, 24 april 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

persimpangan jalan sunyi

ketakutan yang sama; apakah semua masih sama? yogyakarta , 17 juli 2019