awawarna
batery about to die
Jumat, 25 Agustus 2017
kamu
membacamu,
ternyata tidak lebih mudah
daripada mengeja aksara
dalam ribuan buku
-kamu-
malang, 23 februari 2015
terperangkap
di waktu senja,
lelaki tua, penjaga perpustakaan
merapikan kembali buku-bukunya
hingga akhirnya menemukan kita,
dalam puisi-puisi sapardi
-terperangkap-
purwokerto, 6 januari 2016
sajak si miskin
disaat kabar politik
menidurkan kemiskinan di negeri ini,
aku tidak takut menjadi miskin,
kemiskinan, sayangku
tidak pernah kutemukan
saat aku terlelap disampingmu
disaat janji politik
menidurkan kemiskinan di negeri ini,
aku tidak takut menjadi miskin,
kata bapak sajak;
tiada nasi, puisi pun jadi.
-sajak si miskin-
sleman, 16 september 2014
nasib penyair
pada malam-malam
sebelum kehilangan datang,
aku mendengarkan sabda sajak-sajak;
maha benar puisi,
dengan segala pedihnya
-nasib penyair-
purwokerto, 6 januari 2016
nakal
jika,
suatu saat nanti
aku meninggalkanmu
dalam sunyi,
ingatlah ini;
aku akan dihukum puisi
-nakal-
purwokerto, 6 januari 2016
kurus
dadaku tidaklah bidang,
wajahku tirus
dulu sekali aku dipanggil
tikus; tinggi-kurus
apa lelaki sepertiku
yang membuat hatimu terhunus?
-kurus-
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)
persimpangan jalan sunyi
ketakutan yang sama; apakah semua masih sama? yogyakarta , 17 juli 2019
apa kabar kuku-kuku indahmu?
saat kau ingin mengingatku tidak akan lagi mampu kau membacaku tersisa hanya abu tubuhku kelak akan kau tulis ulang puisiku kau ukir di ...
sesak
cahaya itu semakin menjauh namun aku jauh dari teduh ku biarkan kau meraba-raba tanpa kuberi kau aba-aba agar tidak tergesa agar teta...
bunga tidur
maaf, aku bukan bank perkreditan rindu kalau kamu simpan kangen dalam waktu tertentu berharap lebih pada bunga tidurmu, kamu keliru maa...