Kamis, 15 Februari 2018

bangku panjang lorong taman

aku beranjak tidur
sendiri,
meskipun katamu
aku kau antarkan

bahkan,
dalam sepinya
mimpi,
kau masih sembunyi

sleman, 16 februari 2018

Senin, 05 Februari 2018

satu detik setelah pukul dua belas

satu per satu teman pulang
tersisa aku seorang
hujan mulai turun,
aku pergi melamun

pertama,
aku susuri
jalanan yang berliku
sempit dan bikin ngilu
kanan kirinya jurang
penuh bibirmu yang madu

kedua,
aku susuri
jalanan menanjak
kanan dan kirinya
penuh sudut matamu
membelalak

ketiga,
aku susuri
lebatnya hutan
pohon-pohon
tumbang, patah
buah-buah rindu berserakan

keempat,
aku susuri
kelok sungai deras
dari dasarnya
bening telaga
tampak lelaki memelas

kelima,
bukankah waktu
hanyalah angka
angka-angka biasa
kelak waktu
beranak-pinak
menjadi sajak
sajak tentang sejak

sejak,
bibirmu yang madu
sudut matamu yang membelalak
buah-buah rindu yang berserakan
dan lelaki yang memelas
perlahan menghilang

tunggu dulu,
bukankah aku adalah anak kesayangan tuhan?

godean, 6 februari 2018

persimpangan jalan sunyi

ketakutan yang sama; apakah semua masih sama? yogyakarta , 17 juli 2019