Selasa, 04 Juni 2019

jawaban

di atas bukit,
ketinggian membuat kita kian kecil
angin lembah membuatmu menggigil
aku genggam jemarimu hingga malam mengerdil

katamu,
aku jadi ingat ibu
aku kerap dekap ibu dari belakang
di ranjang itu aku merasa tenang

kataku,
aku adalah ibumu
malam ini kamu akan baik-baik saja
meski aku sendiri luluh di hadapan cuaca

selepas pelukan semalam,
kita sambut hangat pagi yang sama
jemarimu masih di genggaman yang sama

aku berhasil temukan rumahmu,
disana aku bertemu dengan ibumu
tempat bernaung segala tabahmu

katamu,
dapatkah aku tinggal di rumahmu?
rumah yang kamu buat dari tumpukan rindu

wahai kamu,
aku terus menabung rindu dan kenang
aku hanya ingin pulang ke rumah dengan tenang

sleman, 1 syawal 1440 hijriyah

Sabtu, 13 April 2019

statis

semua bersiap menghadapi era 4.0
satu pertanyaan untukmu;
apakah sama rasanya memelukku atau robot?

borobudur, 22 januari 2019

pulang

buk, saya rindu
ingin pulang ke rumah
saya sudah lelah

buk, saya rindu
hangat kerokan di punggung
pun aroma masakanmu

buk, saya rindu
kehilangan arah,
di nadiku tidak lagi mengalir darah

buk, saya rindu.

ambarawa, 1 maret 2019

mamas dan puan

saya suka kota solo
disana ada kedai kopi canarisla
tempat nyeruput kopi
penuh bacaan mengenyangkan,
menyenangkan
terkadang suasana bisa menjadi sangat hening
sebelum kemudian orang-orang berkerumun

aku beralih ke meja pinggir
dari sampingku, puan berjalan ke depan
membacakan puisi pada secarik kertas di tangan
duduk disampingnya, mamas dengan gitar di pelukan
saat puan berwajah sendu
mulai menggerakan bibirnya,
mamas pun gulirkan nada pelan-pelan
ngopi yang sangat kebetulan

ah, betul kata jokpin
selamat menunaikan ibadah puisi

surakarta, 15 maret 2019

Minggu, 03 Februari 2019

bunga tidur

maaf, aku bukan bank perkreditan rindu
kalau kamu simpan kangen
dalam waktu tertentu
berharap lebih pada bunga tidurmu,
kamu keliru

maaf, aku bukan bank perkreditan rindu
jangan pinjam kangen dariku
dalam waktu tertentu
telat angsur pada bunga tidurku
aku membiru

trenggalek, 17 januari 2018

Jumat, 28 Desember 2018

apa kabar kuku-kuku indahmu?

saat kau ingin mengingatku
tidak akan lagi mampu kau membacaku
tersisa hanya abu tubuhku

kelak akan kau tulis ulang puisiku
kau ukir di batu nisanku,
dengan kuku-kuku indahmu;

yang kau lukis dengan warna kegemaranmu
yang kau pakai garuk sesal dan rindumu
yang kau pakai mencabik kisah kita di masa lalu

sleman, 29 desember 2018

persimpangan jalan sunyi

ketakutan yang sama; apakah semua masih sama? yogyakarta , 17 juli 2019