saya suka kota solo
disana ada kedai kopi canarisla
tempat nyeruput kopi
penuh bacaan mengenyangkan,
menyenangkan
terkadang suasana bisa menjadi sangat hening
sebelum kemudian orang-orang berkerumun
aku beralih ke meja pinggir
dari sampingku, puan berjalan ke depan
membacakan puisi pada secarik kertas di tangan
duduk disampingnya, mamas dengan gitar di pelukan
saat puan berwajah sendu
mulai menggerakan bibirnya,
mamas pun gulirkan nada pelan-pelan
ngopi yang sangat kebetulan
ah, betul kata jokpin
selamat menunaikan ibadah puisi
surakarta, 15 maret 2019
Sabtu, 13 April 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
persimpangan jalan sunyi
ketakutan yang sama; apakah semua masih sama? yogyakarta , 17 juli 2019
-
saat kau ingin mengingatku tidak akan lagi mampu kau membacaku tersisa hanya abu tubuhku kelak akan kau tulis ulang puisiku kau ukir di ...
-
cahaya itu semakin menjauh namun aku jauh dari teduh ku biarkan kau meraba-raba tanpa kuberi kau aba-aba agar tidak tergesa agar teta...
-
maaf, aku bukan bank perkreditan rindu kalau kamu simpan kangen dalam waktu tertentu berharap lebih pada bunga tidurmu, kamu keliru maa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar