satu per satu teman pulang
tersisa aku seorang
hujan mulai turun,
aku pergi melamun
pertama,
aku susuri
jalanan yang berliku
sempit dan bikin ngilu
kanan kirinya jurang
penuh bibirmu yang madu
kedua,
aku susuri
jalanan menanjak
kanan dan kirinya
penuh sudut matamu
membelalak
ketiga,
aku susuri
lebatnya hutan
pohon-pohon
tumbang, patah
buah-buah rindu berserakan
keempat,
aku susuri
kelok sungai deras
dari dasarnya
bening telaga
tampak lelaki memelas
kelima,
bukankah waktu
hanyalah angka
angka-angka biasa
kelak waktu
beranak-pinak
menjadi sajak
sajak tentang sejak
sejak,
bibirmu yang madu
sudut matamu yang membelalak
buah-buah rindu yang berserakan
dan lelaki yang memelas
perlahan menghilang
tunggu dulu,
bukankah aku adalah anak kesayangan tuhan?
godean, 6 februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar