aku kerap berkata-kata di hadapan kaca
aku kerap berkaca-kaca di hadapan kata
suatu ketika di hadapan kaca,
kamu tidak berhak menyimpan dendam dalam hatimu
kamu sama sekali tidak berhak atas itu
kepada setiap janji yang terlantarkan
kamu tidak berhak menyimpan dendam dalam hatimu
kamu sama sekali tidak berhak atas itu
kepada pagelaran waktu yang hanya berakhir sebagai dagelan
kamu tidak berhak menyimpan dendam dalam hatimu
kamu sama sekali tidak berhak atas itu
kepada kebohongan yang terlontarkan
kamu tidak berhak menyimpan dendam dalam hatimu
kamu sama sekali tidak berhak atas itu
setiap keputusan ialah kasih sayang Tuhan
setiap pertemuan
bahkan perpisahan
kamu tidak berhak menyimpan dendam dalam hatimu
kamu sama sekali tidak berhak atas itu
jangan pernah biarkan keburukan bersemayam dalam dirimu,
kamu adalah anak kesayangan Tuhan
kamu tidak berhak menyimpan dendam dalam hatimu
kamu sama sekali tidak berhak atas itu
maafkanlah,
maafkanlah dia
kamu tidak berhak menyimpan dendam dalam hatimu
kamu sama sekali tidak berhak atas itu
memaafkan adalah nyaman yang tenang
ruang dari kenang
rumah dari kasih sayang
kamu tidak berhak menyimpan dendam dalam hatimu
kamu sama sekali tidak berhak atas itu
ingatlah ini, sayangku;
dalam hidup,
penting untuk kamu menjadi
penjual dan pembeli yang baik
kamu,
tetaplah menjadi baik
di hadapan kaca, aku melihat diriku
ternyata aku sama dengan ayahmu
gunungkidul, 11 november 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar