puisi lahir pada setiap hati yang sunyi dan sepi
sedangkan diriku ini bagai sapardi tanpa puisi
puisi adalah air mata pelangi,
ibu dari warna-warni
merah kuning hijau dan galau
pada suatu malam
anak kata berpacaran di halaman depan
mereka bermesraan
mabuk sinar rembulan
katak-katak bersorak
dadaku semakin sesak
di dalamnya
beranak-pinak sajak-sajak
lamunanku menuju sore kemarin
seorang anak gadis memberiku gulali
gula-gula rasa kangen dan rindu
gula-gula warna pelangi
merah kuning hijau dan galau
yogyakarta, 28 oktober 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar