Selasa, 25 September 2018

setelah jeda

cita-citaku sungguh sangat sederhana
aku ingin tinggal dan menua di desa
di rumah mungil dengan halaman yang luas
aku ingin menjadi petani

aku ingin menanam, apapun
aku tidak ingin ambil pusing
carut-marut urusan negara
tidak ingin kudengar berisik politik
atau, tontonan minim nutrisi dari televisi

aku hanya ingin dengar telisik angin,
diantara ranting dan dedaunan yang mengering
kepulkan asap tembakau yang aku tanam
menyeruput kopi yang juga aku tanam

akan kunikmati senja dengan aroma keringatku sepulang berladang
menatap langit jingga pada rerimbunan padang ilalang

aku, siap pulang.


yogyakarta, 24 september 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

persimpangan jalan sunyi

ketakutan yang sama; apakah semua masih sama? yogyakarta , 17 juli 2019