pada pagi yang subuh
aku adalah daun yang dipaksa jatuh
menerbangkan diri dengan sungkan, lalu rubuh
detik-detik setelahnya,
rindu-rindu ditabuh, keruh, luruh.
pada setiap kata yang menjelma sajak
aku adalah rapuh ~ yang utuh
aku adalah daun yang dipaksa jatuh
menerbangkan diri dengan sungkan, lalu rubuh
detik-detik setelahnya,
rindu-rindu ditabuh, keruh, luruh.
pada setiap kata yang menjelma sajak
aku adalah rapuh ~ yang utuh
kamu tanam mawar di senyummu,
mekarnya di hatiku
kamu pukul habis bahagiamu,
lebamnya di dadaku
kamu genangi pipimu,
banjirnya di jantungku
kamu, seorang anak gadis
dari pria yang menikahi puisinya sendiri.
mekarnya di hatiku
kamu pukul habis bahagiamu,
lebamnya di dadaku
kamu genangi pipimu,
banjirnya di jantungku
kamu, seorang anak gadis
dari pria yang menikahi puisinya sendiri.
-untitled-
borobudur, hari pertama september 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar