Kamis, 07 September 2017

untitled

pada pagi yang subuh
aku adalah daun yang dipaksa jatuh
menerbangkan diri dengan sungkan, lalu rubuh
detik-detik setelahnya,
rindu-rindu ditabuh, keruh, luruh.
pada setiap kata yang menjelma sajak
aku adalah rapuh ~ yang utuh
kamu tanam mawar di senyummu,
mekarnya di hatiku
kamu pukul habis bahagiamu,
lebamnya di dadaku
kamu genangi pipimu,
banjirnya di jantungku
kamu, seorang anak gadis
dari pria yang menikahi puisinya sendiri.

-untitled-
 
borobudur, hari pertama september 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

persimpangan jalan sunyi

ketakutan yang sama; apakah semua masih sama? yogyakarta , 17 juli 2019